Kamis, 08 Januari 2015
COUNT ON ME - BRUNO MARS
if you ever find yourself stuck in the middle of the sea,
i'll sail the world to find you
if you ever find yourself lost in the dark and you can't see,
i'll be the light to guide you
find out what we're made of
when we are called to help our friends in need
you can count on me like 1 2 3
i'll be there
and i know when i need it i can count on you like 4 3 2
and you'll be there
cause that's what friends are supposed to do, oh yeah
woooooooh, woooooooh
yeah, yeah
if you're tossing and you're turning and you just can't fall asleep,
i'll sing a song beside you
and if you ever forget how much you really mean to me,
everyday i will remind you, ohh
find out what we're made of
when we are called to help our friends in need
you can count on me like 1 2 3
i'll be there
and i know when i need it i can count on you like 4 3 2
and you'll be there
cause that's what friends are supposed to do, oh yeah
wooooooh, wooooooh
yeah, yeah
you'll always have my shoulder when you cry
i'll never let go, never say goodbye
you know you can count on me like 1 2 3
i'll be there
and i know when i need it i can count on you like 4 3 2
and you'll be there
cause that's what friends are supposed to do, oh yeah
oohhhh, ohhhhh
you can count on me cause i can count on you
Rabu, 07 Januari 2015
Dua
Kado
Mentari pagi mulai menampakkan dirinya. Embun pagi
meneteskan kesegaran dan burung-burung berkicau ria seakan ikut merasakan
kebahagiaan di diri Ayu. Ayu adalah seorang gadis desa yang cantik dan manis
tanpa polesan di wajahnya. Dia duduk termenung di ayunan dekat bangunan dengan
pohon besar dan sejuk yang tak diketahui apa namanya. Ayu mengenang masa-masa
SMPnya bersama dengan Deden. Ayu dan Deden bersahabat dari SD, dua sahabat yang
masih polos ini mempunyai perasaan saling menyayangi. Deden menyatakan
perasaannya dengan cicin yang dibuat dari tumbuhan kering.
“Ayu... Ayu... ini ada kiriman dari Jakarta.” Suara Ibu
Ayu membuyarkan lamunan Ayu
“Pagi-pagi seperi ini bu ?” Tanya Ayu
“Sebenarnya dari sore tapi ibu lupa”
Ayu melihat da sepucuk surat merah jambu dan dua bungkus
kado. Tidak ada nama pengirim. Ayu tidak sabar untuk membuka isi surat. Segera
ia merobek sudut atas. Ayu merasa sangat akrab dengan tulisan tangan itu. Ya
itu tulisan Deden kekasihnya.
Untuk Ayu
Di tempat
Apa kabarmu hari ini ?
Aku dan ayahku baik-baik saja. Sedang apa kamu saat ini ? Em... pasti kamu
sedang melamunkan aku kan ? Apapun yang kamu lakukan saat ini aku berharap
suratku ini harus kamu baca sampai habis...
Ayu menghentikan membaca surat. Ayu membayangkan lagi
wajah Deden, pemuda tampan yang pernah tinggal di rumah neneknya, samping rumah
Ayu. Deden tinggal di rumah neneknya di desa lantaran ayahnya sibuk bekerja di
Jakarta, sementara ibunya sudah meninggal. Selama SD samapi SMA Deden satu
sekolah dengan Ayu. Namun setelah lulus SMA ayahnya menjemputnya untuk kuliah
di Jakarta.
Ayu yang paling ayu,
apa kamu masih ingat saat aku menulis di pohon tempat main kita ? Apakah pohon
itu masih ada atau sudah di tebang ? Aku tahu mungkin saat ini kamu sedang
berada di tempat itu untuk menungguku. Tapi aku minta maaf aku tidak bisa
datang untuk merayakan ulang tahunmu yang ke-25. Aku tahu belakangan ini aku
tidak pernah menjumpaimu dan nenek. Aku minta maaf. Aku sedang sibuk dengan
pekerjaanku.
Kembali Ayu mengingat saat Deden menulis di kulit kayu
pohon. Ayu menatap tulisan itu. Tulisan yang pernah di ukir Deden dengan cutter masih nampak jelas. “Aku akan
menikahi Ayu setelah Ayu mengenakan hijab.” Saat ini Ayu sudah mengenakan
hijab, dan Ayupun menceritakannya lewat chatting.
Namun sampai saat ini belum ada tanda-tanda Deden ingin meminangnya.
Apalagi ditambah perhatian dari Deden yang sedikit demi sedikit mulai memudar.
Keresahan di hati Ayu semakin menjadi. Ayu merasa takut Deden berpaling
darinya. Ayu takut saat ini Deden sedang pergi dengan wanita-wanita cantik di
Jakarta. Selama ini Ayu sudah menutup diri dari lelaki lain. Hal ini dilakukan
karena ingin setia dengan Deden. Dengan tangan gemetar, Ayu meneruskan membaca
surat.
Ayu, ayahku melarangku
untuk menjalin hubungan denganmu. Aku tidak tahu mengapa. Semenjak ayahku
melihatmu bersama ibumu kala itu, ayah langsung melarangku. Mungkin karena ayah
dan ibumu pernah ada masalah dulunya.
Ayu semakin
takut, keringat dingin keluar dari tubuhnya. Mungkin karena alasan ini Deden
menjauhinya. Mungkin saja ayah Deden telah menjodohkan anaknya dengan wanita
lain.
Ayu, meskipun di hari
ulang tahunmu aku tidak bisa datang namun aku harap kamu datang di akhad nikah
aku. Aku minta maaf Ayu. Mungkin kita memang tidak jodoh.
Ayu tidak
sanggup lagi membaca surat ini. Pandangannya kabur dan berkunang-kunang. Ayu
kehilangan kesadarannya. Ibunya langsung meminta bantuan dan membawanya ke
puskesmas terdekat. Ayu diperiksa oleh dokter dari kota yang tak lain adalah
Deden. Ayu terkejut melihatnya.
“Lebih baik aku mati dari pada harus dirawat oleh dokter
pengkhianat sepertimu ! Dokter yang menghancurkan kesetiaanku dan dokter yang
menyakiti hati orang.”
“ayu aku minta maaf karena tidak meminangmu, meski saat
ini kamu sudah berhijab. Tapi tolong kamu buka kado ini.” Jawab Deden
“Tidak. Aku tidak bisa membuka kado ini dokter pembohong
!”
“Oke,
kalau kamu tidak mau membuka kado dariku buka kado ayah.” Kata Deden sambil
meninggalkan Ayu.
Ayu
tidak menyangka, Deden memberikan kado sepahit ini di usianya ke-25. Ayu
mencoba untuk tegar, karena pasti ada pelangi di balik hujan. Perlahan Ayu
membuka kado dari ayah Deden. Di dalam kado yang besar ada beberapa kotak kado.
Ayu membuka satu persatu. Ada sepatu yang memiliki ukuran lebih kecil dari
ukurannya sekarang. Ada foto dan ad juga kalung. Foto itu adalah foto Ayah
Deden bersama Ibu Ayu dan bayi. Ayu juga menemukan secarik kertas. Di dalam
kertas itu Ayah Deden mengatakan bahwa sepatu itu adalah kado ulang tahun Ayu
ke-12. Setelah bertahun-tahun Ayah Deden mencari darah dagingnya yaitu Ayu.
Foto bayi itu adalah Ayu. Ternyata Ayu
adalah adik kandung Deden yang selama ini hilang.
Selasa, 06 Januari 2015
ONE DAY IN YOUR LIFE - Michael Jackson
One day in your life you'll remember a place
Someone's touching your face
You'll come back and you'll look around you
One day in your life
You'll remember the love you found here
You'll remember me somehow
Though you don't need me now
I will stay in your heart
And when things fall apart
You'll remember one day...
One day in your life
When you find that you're always waiting
For the love we used to share
Just call my name
And I'll be there
(Oh-oh-oh-oh-oh...)
You'll remember me somehow
Though you don't need me now
I will stay in your heart
And when things fall apart
You'll remember one day...
One day in your life
When you find that you're always longing for the love we used to share
Just call my name And I'll be there
(Ohh...)
Langganan:
Postingan (Atom)